NEERJA Review


5 September 1986, pesawat Pan Am 73 yang berangkat dari Mumbai dengan tujuan akhir New York dibajak empat teroris Abu Nidal Organisation saat transit di Jinnah International Airport Karachi, Pakistan. Pilot dan dua co-pilot berhasil menyelamatkan diri, tapi Kepala Awak Kabin, Neerja Bhanot (diperankan Sonam Kapoor) , 18 orang awak kabin dan 360 orang penumpang terjebak di dalam pesawat Boeing 747-121 dan berhadapan dengan maut. Karena permintaan pilot pengganti pada otoritas Pakistan tak ditanggapi setelah lebih 15 jam pembajakan, keempat teroris putus asa dan kalap. Senapan dan pistol menyalak, dua granat diledakkan, tapi Neerja bergerak cepat mengeluarkan penumpang. Dari 379 penumpang dan kru pesawat, 359 orang berhasil selamat, tidak termasuk Neerja. Neerja ditembak teroris saat melindungi dua bocah yang akan turun dari pesawat. Atas keberaniannya, Neerja dianugrahi Ashok Cakra Award dari pemerintah India. Neerja meninggal dunia dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-23.

Merekonstruksi sebuah kisah nyata menjadi film bukanlah pekerjaan mudah, apalagi peristiwa pembajakan pesawat komersil oleh teroris bersenjata yang terjadi 30 tahun lalu. Banyak data yang kurang valid tentunya, karena orang-orang yang terlibat langsung, notabene sumber data utama, punya daya ingat yang tidak sama. Pembajakan pesawat ini terjadi tahun 1986 dan buku pertama tentang Neerja-- dan sekaligus mengupas peristiwa ini--terbit tahun 2016, 30 tahun kemudian. Belum lagi kisah dari sisi para teroris, yang saya kira belum tentu versi yang sebenarnya. Mereka teroris, mereka bisa saja memutarbalik fakta sebenarnya tentang peristiwa ini. Tapi konon katanya Ram sudah melakukan riset selama dua tahun sebelum membuat film ini.

Neerja tumbuh di dalam keluarga yang hangat. Ayah dan ibunya, serta dua kakak lelakinya, mencintai si adik bungsu sepenuh jiwa. Neerja adalah sumber keceriaan di rumah dan keceriaan itu juga merembet ke lingkungan sekitar dan tempat kerja. Karakter ayah lebih membebaskan anak-anaknya mandiri dalam mengambil keputusan-keputusan besar, terutama soal pilihan jalan hidup. Sementara sang ibu sangat protektif, bahkan terkesan sedikit ingin mengikuti ke mana saja si bungsu mau pergi, demi ingin anaknya itu selalu aman dan jauh dari gangguan apa pun.

Ujian datang ketika Neerja menikah dengan lelaki pilihan orangtua. Suaminya tipe pengekang, yang ingin perempuan jadi ibu rumah tangga belaka. Perempuan harus ada di dapur, pandai memasak dan mengurus rumah, dan yang lebih menyakitkan buat Neerja, Neeja dilarang curhat pada siapa pun, terutama ayahnya. Namun, Neerja yang sejak kecil sudah diajari sang ayah untuk berani dan tidak takut pada apa pun, melanggar larangan suaminya dan inilah akhir pernikahan itu dan Neerja memulai hidup barunya sebagai model dan pramugari.

Motto hidup Neerja "Hidup tidak perlu lama, yang penting berharga" yang dikutipnya dari salah satu film kesukaannya, ternyata benar-benar dibuktikannya saat pesawat Pan Am 73 dibajak. Di tengah gigil ketakutan para penumpang dan di tengah ketakutannya sendiri, Neerja terngiang-ngiang nasihat ayahnya agar dia selalu kuat, tangguh, dan berani menghadapi apa pun. Suara-suara ayahnya terngiang lagi di kepalanya termasuk saat para teroris berusaha membunuh beberapa penumpang warganegara Amerika dan Inggris. Keberanian Neerja menyembunyikan paspor penumpang warga Amerika dan memberi perintah penumpang yang duduk di dekat pintu pesawat, menyelamatkan sebagian besar penumpang dari tragedi maut itu.

Film ini tidak berhasil membuat penonton tahu apa sebenarnya motif para teroris membajak Pan Am. Film juga menggambarkan keempat teroris terkesan bodoh dan tidak punya rencana yang matang dan begitu mudahnya mereka menerobos sistem penjagaan keamanan bandara internasional di Karachi. Ada teroris yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan ada pula yang penakut. Tapi yang menjengkelkan adalah reaksi lamban otoritas Pakistan menangangi pembajakan pesawat ini. Entah karena ini pula, para teroris yang putus asa, menembaki penumpang yang menjadi puncak tragedi ini.[]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "NEERJA Review"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel